Parameter Kecepatan Pemotongan Mesin Bubut & Cara Menghitung

Bagikan!

Parameter pemotongan pada mesin bubut adalah informasi yang mengacu pada pengaturan dan spesifikasi yang digunakan saat melakukan proses pemotongan benda kerja menggunakan mesin bubut. Mesin bubut adalah alat yang digunakan untuk menghasilkan bentuk dan ukuran yang diinginkan pada benda kerja dengan cara memotong material yang berputar menggunakan pisau potong (pahat).

Parameter Pemotongan Mesin Bubut
Parameter Pemotongan Mesin Bubut

Baca Juga : Rumus Kecepatan Potong Mesin Bubut

Parameter Pemotongan Mesin Bubut

Parameter pemotongan (cutting parameters) dalam mesin bubut adalah faktor-faktor yang menentukan kecepatan, kedalaman pemotongan, dan kelajuan putaran pisau pemotong (tool) yang digunakan untuk menghasilkan potongan pada benda kerja. Jenis material benda kerja, jenis pisau pemotong, dan persyaratan akhir proses pemesinan akan menentukan parameter pemotongan tersebut.

Berikut adalah beberapa parameter pemotongan umum dalam mesin bubut:

  1. Kecepatan Potong (Cutting Speed): Kecepatan potong adalah kecepatan relatif antara pisau pemotong dan benda kerja dalam satuan meter per menit (m/min). Kecepatan potong ini harus dipilih dengan tepat untuk menghindari keausan berlebihan pada pisau pemotong dan memastikan efisiensi pemesinan yang baik. Kecepatan potong yang tepat akan tergantung pada jenis material benda kerja dan jenis pisau pemotong yang digunakan.
  2. Kedalaman Pemotongan : Jarak antara pisau pemotong dan permukaan benda kerja yang dikepang, mempengaruhi jumlah material yang dihilangkan setiap putaran dan kekuatan dan kestabilan pemesinan.Terlalu banyak kedalaman pemotongan dapat menyebabkan getaran dan mengurangi umur pisau pemotong.
  3. Ujung Putaran (Feed Rate): Ujung putaran adalah kecepatan pergerakan pisau pemotong sepanjang benda kerja dalam satuan mm per putaran (mm/rev). Ujung putaran yang tepat harus dipilih untuk mencapai hasil pemesinan yang halus dan efisien. Kecepatan ujung putaran ini juga dapat dipengaruhi oleh tingkat kelurusan yang diinginkan pada permukaan hasil pemesinan.
  4. Kelajuan Putaran Pisau Pemotong (Spindle Speed): Kelajuan putaran pisau pemotong diukur dalam satuan putaran per menit (RPM). Kelajuan putaran ini harus disesuaikan dengan jenis material benda kerja, jenis pisau pemotong, dan diameter benda kerja untuk memastikan efisiensi pemotongan dan kualitas hasil pemesinan.
  5. Pendinginan (Coolant): Penggunaan pendingin dapat sangat penting untuk pemesinan yang kuat, terutama pada bahan yang sulit seperti logam. Ini mengurangi panas yang dihasilkan selama proses pemotongan dan memperpanjang umur pisau pemotong.

Kualitas hasil pemesinan, umur pisau pemotong, kecepatan pengerjaan, dan efisiensi proses secara keseluruhan dipengaruhi oleh pengaturan parameter pemotongan yang tepat. Sangat penting untuk mengikuti pedoman produsen mesin bubut dan pisau pemotong serta melakukan percobaan kecil pada material sampel sebelum melakukan pemesinan pada benda kerja utama.

Artikel Terkait :

Kecepatan Potong Mesin Bubut

Kecepatan Potong Mesin Bubut
Kecepatan Potong Mesin Bubut

Kecepatan potong (cutting speed) dalam mesin bubut adalah kecepatan relatif antara pisau pemotong (tool) dengan permukaan benda kerja yang dikepang. Kecepatan potong ini diukur dalam satuan meter per menit (m/min) atau dalam satuan kaki per menit (ft/min). Kecepatan potong yang tepat sangat penting dalam proses pemesinan karena akan mempengaruhi efisiensi pemesinan, kualitas hasil pemesinan, serta umur dan performa pisau pemotong.

Formula umum untuk menghitung kecepatan potong adalah sebagai berikut:

Kecepatan Potong (Vc) = π x Diameter Benda Kerja (D) x Kecepatan Putaran (N)

Di mana:

  • π adalah konstanta Pi (3.14).
  • Diameter Benda Kerja (D) adalah diameter benda kerja yang sedang dipotong di mesin bubut, diukur dalam satuan meter (m) atau kaki (ft).
  • Kecepatan Putaran (N) adalah kecepatan putaran pisau pemotong di mesin bubut, diukur dalam putaran per menit (RPM).

Ketika menggunakan kecepatan potong, pastikan untuk memperhatikan satuan yang digunakan untuk menghindari kesalahan perhitungan. Beberapa mesin bubut modern sudah dilengkapi dengan sistem pemrograman CNC yang memudahkan pengaturan parameter pemotongan, termasuk kecepatan potong, secara otomatis berdasarkan material yang akan dipotong dan jenis pisau pemotong yang digunakan.

Tabel Kecepatan Potong Mesin Bubut

Tabel kecepatan potong dalam mesin bubut dapat berbeda-beda tergantung pada jenis material yang akan dipotong, jenis pisau pemotong (tool), dan kondisi pemesinan. Setiap produsen pisau pemotong atau produsen mesin bubut biasanya menyediakan tabel kecepatan potong yang direkomendasikan untuk berbagai kombinasi material dan pisau pemotong.

Karena kecepatan potong juga dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti ketajaman pisau pemotong, kondisi benda kerja, dan alat pendingin yang digunakan, maka tabel kecepatan potong bersifat sebagai panduan umum. Oleh karena itu, sangat penting untuk selalu mengikuti rekomendasi dan pedoman produsen mesin bubut dan pisau pemotong yang digunakan.

Berikut adalah contoh tabel kecepatan potong untuk beberapa material yang umumnya digunakan dalam pemesinan:

Tabel Kecepatan Potong

Material   Jenis Pisau Pemotong Kecepatan Potong (m/min)
Aluminium Steel)  HSS (High-Speed 150 – 300

 

Baja Karbon Rendah HSS atau Karbida 60 – 100
Baja Karbon Sedang HSS atau Karbida 50 – 90
Baja Karbon Tinggi  Karbida 40 – 80
Stainless Steel Karbida 30 – 60
Tembaga dan Tembaga Paduan HSS atau Karbida 80 – 120
Besi Tuang Abu-abu HSS atau Karbida 60 – 100
Besi Tuang Nodular Karbida 40 – 80

Baca Juga :

Setiap parameter pemotongan harus dipilih dengan hati-hati dan disesuaikan dengan jenis material, ukuran benda kerja, dan tujuan pemotongan. Penyesuaian yang tepat akan menghasilkan hasil pemotongan yang berkualitas, meningkatkan efisiensi proses, dan memperpanjang umur alat potong pada mesin bubut.


Bagikan!

Leave a Comment