Rumus Rpm Kecepatan Potong Mesin Bubut Konvensional

Rumus mesin bubut adalah salah satu jenis informasi yang wajib kamu ketahui dengan benar. Sebab, rumus mesin bubut konvensional ini bisa kamu gunakan untuk menghitung kecepatan putaran dari mesin bubut itu sendiri. Maka dari itu, penting untuk kamu ketahui bagaimana rumus rpm mesin bubut dan rumus kecepatan potong mesin bubut. Untuk membantu kalian dalam mengetahuinya, di sini kami akan membagikan informasi mengenai rumus-rumus mesin bubut.

Rumus Mesin Bubut

Baca Dulu : Mesin Bubut Ringan

Rumus mesin bubut untuk menentukan kecepatan potongnya

Pada dasarnya, di setiap bahan nilai kecepatan potong sudah menjadi aturan baku yang perlu diketahui oleh semua orang. Dengan begitu, yang bisa diatur dalam proses penyayatan ini hanya benda kerja atau putaran mesin itu sendiri. Nantinya, kamu bisa menggunakan rumus ini untuk mengetahui dan menghitung kecepatan putaran mesin bubut yang tepat, yaitu:

Rumus mesin bubut untuk menentukan kecepatan potongnya

Sesuai dengan apa yang ada di rumus tersebut, satuan dari kedua rumus tersebut masih berbeda, sehingga jumlah kecepatan potong dan diameter pada benda kerja yang akan dipotong tersebut harus disamakan terlebih dahulu. Untuk menyamakannya, kamu bisa mengalikan nilai kecepatan potong dengan angka 1000 mm. Jika kamu masih belum paham dengan cara perhitungan ini, kamu bisa melihat rumus yang ada di bawah ini:

Rumus mesin bubut untuk menentukan kecepatan potongnya

Dalam hal ini, simbol-simbol tersebut akan memiliki arti yang berbeda, yaitu:

  • Huruf d di dalam rumus tersebut berartikan diameter benda kerja (mm)
  • Huruf Cs di dalam rumus tersebut berartikan kecepatan potong (meter/menit)
  • Simbol π di dalam rumus tersebut berartikan nilai konstanta = 3,14

Rumus mesin bubut konvensional yang lainnya

Masih ada beberapa jenis rumus lainnya yang perlu kamu ketahui dalam hal ini. Dengan memahami rumus-rumus ini dengan baik, kamu bisa lebih mudah untuk mendapatkan hasil yang sesuai harapan dan kebutuhan. Maka dari itu, pahami rumus-rumus berikut ini dengan baik:

1. Rumus putaran mesin bubut

Rumus perhitungan mesin bubut yang selanjutnya adalah rumus putaran mesin bubut yang benar. Sebagai contoh, di sini kami akan memakai ukuran baja lunak yang berdiameter 62 mm. Kemudian, kamu harus membubutnya dengan kecepatan potong 25 meter/menit. Maka, sekarang kamu harus menghitung besar kecepatan putarannya, yaitu:

Rumus putaran mesin bubut

Artikel Terkait : Kode G & M Pada Mesin CNC Bubut

2. Rumus kecepatan pemakanan

Ada beberapa faktor yang perlu kamu ketahui sebelum menghitung kecepatan pemakanan pada proses pemotongan yang akan kamu lakukan, dan beberapa faktor tersebut adalah:

  • Bahan alat potong
  • Tingkat kekerasan bahan
  • Tingkat ketajaman alat potong
  • Sudut-sudut sayat alat potong
  • Tingkat kedalaman penyayatan
  • Tingkat kesiapan mesin yang akan digunakan

Tingkat kesiapan mesin dan peralatan yang akan digunakan ini dapat berguna untuk mengetahui seberapa besar kemampuan yang dimiliki mesin tersebut. Dengan begitu, kamu bisa mengoptimalkan kecepatan pemakanan yang ada pada proses pemotongan atau pembubutan tersebut.

Sementara itu, nantinya seberapa besar bergesernya pahat bubut akan disebutkan dalam satuan mm/putaran yang dikalikan dengan besar putaran mesin dalam satuan putaran, dan satuan putaran ini akan menentukan besar kecepatan pemakanan. Untuk lebih jelasnya, perhatikan rumus berikut ini:

F = f . n

Keterangan:

  • Huruf f berartikan besar pemakanan atau bergesernya pahat dalam satuan mm/putaran.
  • Huruf n berartikan putaran mesin dalam satuan putaran/menit.

3. Rumus kecepatan putaran mesin bubut

Rumus terakhir ini juga tidak kalah penting untuk kamu ketahui. Pada dasarnya, rumus kecepatan putaran mesin bubut ini dapat berupa dasar-dasar perhitungan, tabel-tabel, maupun sebagai dasar dari teknologi proses pemotongan pada mesin bubut. Maka dari itu, akhirnya dibuatlah beberapa parameter pemotongan yang meliputi kecepatan pemakanan, kecepatan potong, waktu proses, pemesinan, dan kecepatan putaran mesin bubut (Rpm).

Saat ini, sudah ada banyak ahli yang meneliti tentang berbagai macam bahan teknik yang biasa digunakan untuk keperluan ini. Jadi, ketika kamu hendak menggunakan bahan tertentu untuk memotong maupun menyayat seperti ini, kamu hanya perlu menyesuaikannya dengan bahan apa yang akan dibubut. Selain itu, kamu juga perlu menyesuaikannya dengan jenis alat potong apa yang akan digunakan. Dengan begitu, kamu bisa lebih mudah untuk menentukan kecepatan putaran mesin bubut itu sendiri. Jadi, kamu tidak perlu khawatir akan mengalami kesulitan dalam hal ini.

Ketahui :

Pahami rumus-rumus mesin bubut yang ada di atas dengan baik. Dengan begitu, kamu tidak akan mengalami kesulitan jika harus segera menghitung dan mendapatkan jawaban yang paling akurat. Sebagai informasi tambahan, pada dasarnya semakin besar diameter yang dimiliki benda kerja, hal ini akan membuat putaran yang diberikan bisa semakin lambat. Begitu pun juga dengan sebaliknya, jadi kamu perlu memahaminya dengan sebaik mungkin.

Leave a Comment